Catatan Rowi El-Hamzi




Petruk dan Jaga yang Lupa

Di gardu itu, Petruk duduk bersama tiga temannya. Seragamnya rapi, semangat yang menyala, wajahnya tampak tegas dalam remang lampu jalan. Mereka bertugas menjaga keamanan malam itu. Tapi malam itu juga, mereka menjaga yang lain.

Bukan pesantren, bukan bilik-bilik, bukan jalan-jalan yang lengang. Mereka menjaga layar. Di depan wajah mereka ada terang yang lebih kecil, lebih intim: layar gawai yang terus menyala, berganti-ganti warna dan cerita. Jemari mereka sibuk, bukan menggenggam pentungan, tapi menggeser notifikasi.

Maka maling itu datang. Mendorong gerobak dengan tenang. Melewati gardu jaga tanpa tergesa. Ada beberapa barang hasil curian yang dibawa. Tak ada yang bertanya dari mana dan hendak ke mana.

Maling itu sopan. Ia menyapa.

"Permisi," katanya.

Keempat penjaga mengangguk, refleks, tanpa mengangkat kepala. Sungguh orang-orang yang baik.

Maka maling itu berlalu, membawa barang yang bukan miliknya, dengan restu yang diam-diam, tanpa perlawanan.

Di gardu itu, para penjaga tetap berjaga. Tapi apa yang mereka jaga? Kampung yang sunyi, atau notifikasi yang terus berbunyi?

Petruk tak ingat kapan terakhir kali ia betul-betul melihat jalanan malam. Tak ingat kapan terakhir kali ia menaruh ponselnya dan menatap sekitar. Ia, dan tiga temannya, hanya tahu bahwa di layar itu ada sesuatu yang lebih mendesak dari maling yang lewat.

Maka keamanan hanya tinggal seragam. Jaga hanya tinggal nama.

Sementara maling, dengan langkah ringan, menyelinap lewat depan mata.

Semoga waktu yang dipakai Menjaga keamanan bukan waktu luang yang dipakai santai, tapi waktu menjaga adalah waktu siaga, menjalankan khidmah mengharap barakah. Āmīn

 

***

POLA KASOKAN MAOS JUGAN

 

Membaca

Kemudian tidak naik ketingkat analisa melalui riset

Tidak akan membawa seseorang memasuki ruang lingkup kebenaran ilmiah

 

Membaca

Hanya sekedar menerima informasi

Seseorang harus naik ketahap penelitian mendalam

Demi memverifikasi keabsahan dan kebenaran seperti kenyataan sesungguhnya

Karena tingkat kredibilitas ke ilmuan seseorang tidak hanya disematkan berdasarkan pada

penguasaan faham informasi semata

Tanpa bisa menyingkronkan data yang dia punya berdasarkan fakta yang sebenarnya

Atau minimal yang mendekati keabsahannya

 

 

Tolong beri tahu

Bagaimana cara kami mencintai

Orang orang yang menyelewengkan ajaran Islam yang dibawa nabi

 

 

Beri tahu kami

Bagaimana cara

Mencintai mereka yang coba membelokkan jalan sejarah kemerdekaan negeri tercinta ini

 

 

Ajari kami cara

Bagaimana mencintai orang orang yang walaupun mengaku cucu nabi

Tapi kenyataannya pengakuan itu tak sanggup mereka verifikasi

Tolong Beritahu bagaimana caranya

Mencintai orang orang yang mencekoki kami dengan ajaran ajaran keagamaan yang berdasarkan

ilusi dan mimpi mimpi

 

 

Tolong

Tolong ajari kami cara

Bagaimana mencintai mereka mereka yang berdakwah menggunakan keangkuhan yang

direpresentasikan dengan celaan dan caci maki

Atas alasan

Dalam tubuh kami mengalir darah suci nabi

Kemudian menginjak injak martabat kemanusian dan moral agama yang dinodai

 

Bagaimana engkau akan berkata

Bahwasannya engkau tak tersentuh kata kata

Dalam bentuk kesejatiannya

 

 

Sebuah petunjuk memodulasi sebuah rangka

Dan engkau slalu berusaha lari darinya

Walau pelarianmu tak pernah bisa mempertahankan luruhnya daging yang mengkontruksi

Keindahannya

 

 

Bacalah

Jadikan bacaan sebagai samudra untuk berselancar

Berdiskusi, mengkritisi berbagai hal

Dengan membuka berbagai ruang anggapan

Dalam denah filter

Demi mendulang kesimpulan dalam ranah kerangka keabsahan pemahaman

 

 

Bacalah

Ilmu pengetahuan terus bertumbuh

Memperbesar ruang kajian

Menyelaraskan bentuk dan menyesuaikan posisi

 

 

Membaca

Kemudian tidak naik ketingkat analisa melalui riset

Tidak akan membawa seseorang memasuki ruang lingkup kebenaran ilmiah

 

Membaca

Hanya sekedar menerima informasi

Seseorang harus naik ketahap penelitian mendalam

Demi memverifikasi keabsahan dan kebenaran seperti kenyataan sesungguhnya

Karena tingkat kredibilitas ke ilmuan seseorang tidak hanya disematkan berdasarkan pada

penguasaan faham informasi semata

Tanpa bisa menyingkronkan data yang dia punya berdasarkan fakta yang sebenarnya

Atau minimal yang mendekati keabsahannya


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak